View this post on Instagram

Sasi. Cah Jowo tapi ra njawani. Dari segi bahasa saja Sasi jauh lebih fasih bicara logat Makassar daripada Ibu'e. Wajar, seperti kemarin di Jakarta Sasi sempet ngomong pake aku-kamu πŸ˜› Rapopo, nanti buat bahan cerita kalau Sasi gede ☺️. Ibu juga bisanya cuma begitu. Termasuk belajar masak makanan ndeso begini. Setidaknya biar Sasi tahu dan "pernah" makan. Jenang abang-putih. Buat buka puasa nanti 😁. Bubur ini biasa disajikan di acara adat Jawa. Jenang putih simbol bibit dari bapak. Jenang abang lambang bibit dari ibu. Jenang abang putih konon diartikan lambang kehidupan. Jenang ini dimaksudkan setiap anak menghormati kedua orangtuanya agar anak diberi doa restu. . . . Bubur merah putih Bahan : 250gr beras putih 200gr gula merah 200ml santan instan 500ml air 2 helai pandan 1/2sdt garan Cara membuat : 1. Masukkan semua bahan ke dalam panci kecuali gula merah. Panaskan dengan api kecil. 2. Aduk sesekali, tunggu sampai menjadi bubur dan mengental. 3. Angkat sebagian bubur, sisa bubur dimasak kembali dengan ditambahkan gula merah yang telah disisir. 4. Sajikan bubur merah dan putih. Resep jadi 5 porsi bubur. . . #resepbubur #buburmerahputih #jenangabangputih #dc_bubur #belajarmasak #bubur #khasjawa #masakantradisional #fotomasak #foodphotography #traditionalfood #shareresep #berbagiresep #doyanmasak #yukbelajarmasak #roycoshareameal

A post shared by m i t h a (@armithaap) on